Pages

Showing posts with label BICARA IBADAH. Show all posts
Showing posts with label BICARA IBADAH. Show all posts

Monday, 12 December 2016

: : ANJURAN DATANG AWAL KE MASJID : :

ANJURAN DATANG AWAL KE MASJID UNTUK MENUNAIKAN SOLAT JUMAAT


1. Orang Yang Datang Paling Awal Seolah-Olah Berkorban Seekor Unta

Dari Abu Hurairah r.a bahawa Rasulullah saw bersabda,

“Barangsiapa mandi pada hari Jumaat sebagaimana mandi junub kemudian berangkat pada waktu yang pertama, maka seolah-olah dia berkorban seekor unta. Barangsiapa yang berangkat pada waktu kedua, maka seolah-olah dia berkorban seekor lembu. Barangsiapa yang berangkat pada waktu ketiga, maka seolah-olah dia berkorban seekor kambing bertanduk. Barangsiapa yang berangkat pada waktu keempat, maka seolah-olah dia berkorban seekor ayam. Barangsiapa berangkat pada waktu kelima, maka seolah-olah dia berkorban sebutir telur. Jika imam telah hadir, maka para malaikat hadir mendengar zikir (khutbah).

Diriwayatkan oleh Malik, al-Bukhari dan Muslim.

2. Orang Yang Hadir Setelah Imam Duduk Untuk Berkhutbah Tidak Termasuk dalam Catatan Malaikat

Di dalam riwayat lain,

Dari Abu Hurairah r.a bahawa Rasulullah saw bersabda,

“Di setiap pintu dari pintu-pintu masjid pada hari Jumaat terdapat dua malaikat yang menulis orang yang hadir pertama sekali (paling awal) dan yang berikutnya; seperti orang yang berkorban seekor unta, seperti orang yang berkorban seekor lembu, seperti orang yang berkorban seekor kambing, seperti orang yang berkorban seekor burung, dan seperti orang yang berkorban sebutir telur. Jika imam duduk maka buku catatan ditutup.

Diriwayatkan oleh Malik, al-Bukhari dan Muslim.

Sumber: Shahih At-Targhib wa At-Tarhib

Wednesday, 10 February 2016

: : Zikrullah : :

Mengingati Allah
Oleh: Syeikh al-Maghmasi



Wahai orang-orang yang beriman, ingatlah Allah pada setiap waktu dan ketika dan di mana-mana sahaja.

Ingatlah (bezikirlah) kepada Allah ketika kamu sedang berada di dalam penerbangan.

Ingatlah (bezikirlah) kepada Allah ketika kamu bersendirian di dalam rumah atau di mana-mana tempat.

Ingatlah (bezikirlah) kepada Allah ketika kamu bersama-sama dengan rakan-rakan.

Ingatlah (bezikirlah) kepada Allah ketika kamu pergi dan pulang dari Masjid.

Ingatlah (bezikirlah) kepada Allah ketika menaiki tangga rumah kamu.

Ingatlah (bezikirlah) kepada Allah ketika kamu bersam-sama dengan anak-anak lelaki dan anak-anak perempuan kamu.

Wahai orang-orang yang beriman, ingatlah Allah pada setiap waktu dan ketika dan di mana-mana sahaja.

Allah swt berfirman di dalam surah Ali Imran, surah ke 3 ayat 190 dan 191:

Sesungguhnya pada kejadian langit dan bumi, dan pada pertukaran malam dan siang, ada tanda-tanda (kekuasaan, kebijaksanaan, dan keluasan rahmat Allah) bagi orang-orang yang berakal; (iaitu) orang-orang yang menyebut dan mengingati Allah semasa mereka berdiri dan duduk dan semasa mereka berbaring mengiring, dan mereka pula memikirkan tentang kejadian langit dan bumi (sambil berkata): "Wahai Tuhan kami! Tidaklah Engkau menjadikan benda-benda ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari azab neraka.

Manakala di dalam sebuah hadis sahih riwayat al-Bukhari, mafhumnya

Rasulullah (saw) bersabda, “Perumpamaan orang yang ingat kepada Rabb-Nya dan orang yang tidak ingat kepada-RabbNya, adalah seperti orang yang hidup dan yang mati”.

Dan Allah swt berfirman di dalam surah al-Anam, surah ke 6 ayat 122:

“Dan adakah orang yang mati (hatinya dengan kufur), kemudian kami hidupkan dia semula (dengan hidayah petunjuk), dan kami jadikan baginya cahaya (iman) yang menerangi (sehingga dapatlah ia membezakan antara yang benar dengan yang salah, dan dapatlah) ia berjalan dengan suluhan cahaya itu dalam masyarakat manusia, (adakah orang yang demikian keadaannya) sama seperti yang tinggal tetap di dalam gelap-gelita (kufur), yang tidak dapat keluar sama sekali daripadanya? Demikianlah (sebagaimana iman itu diperlihatkan keelokannya kepada orang-orang yang beriman), diperlihatkan pula pada pandangan orang-orang yang kafir itu akan keelokan apa yang mereka telah lakukan (dari perbuatan kufur dan segala jenis maksiat)”.

Juga firman Allah swt di dalam surah ar-Rad, surah ke 13 ayat 28:

"(Iaitu) orang-orang Yang beriman dan tenang tenteram hati mereka Dengan zikrullah". ketahuilah Dengan "zikrullah" itu, tenang tenteramlah hati manusia.

Monday, 31 August 2015

: : Hadis Tentang Adab Penyembelihan : :

Hadis Tentang Adab Penyembelihan




1. Membaguskan pemyembelihan dengan menajamkan pisau

Dari Syaddad bin Aus r.a, dia berkata, Rasulullah saw bersabda,

“Sesungguhnya Allah telah mewajibkan berbuat baik kepada segala sesuatu, jika kalian membunuh, maka baguskanlah cara membunuh, jika kalian menyembelih, maka baguskanlah cara menyembelih, hendaknya salah seorang dari kalian menajamkan pisaunya dan melegakan (memudahkan) haiwan sembelihannya.”

Diriwayatkan oleh Muslim, Abu Dawud, at-Termidzi, an-Nasa’I dan Ibnu Majah.

2. Tidak menajamkan pisau di hadapan haiwan

Dari Ibnu Abbas r.anhuma berkata,

“Rasulullah saw melewati seorang laki-laki yang meletakkan kakinya di lambung seekor domba (biri-biri), sementara dia sambil mengasah pisaunya dan domba itu memperhatikannya dengan matanya. Beliau bersabda, ‘Mengapa tidak sebelum ini? Ataukah kamu ingin mematikannya beberapa kali?’”

Diriwayatkan oleh at-Tabrani dalam al-Mu’jam al-Kabir dan al-Mu’jam al-Ausath, rawi-rawinya adalah rawi-rawi as-Shahih.

Dan diriwayatkan oleh al-Hakim, hanya saja dia berkata,

“Apakah kamu ingin mematikannya berkali-kali? Mengapa kamu tidak menajamkan pisaunya sebelum kamu membaringkannya.”

Dan dia (al-Hakim) berkata, “Shahih berdasarkan syarat al-Bukhari”.

3. Mempercepatkan kematiannya

Dan diriwayatkan dari Ibnu Umar r.anhuma, dia berkata,

“Rasulullah saw memerintahkan untuk menajamkan pisau dan agar menyembelih jauh dari hewan yang lain. Beliau bersabda, ‘Jika salah seorang dari kalian menyembelih, maka hendaknya dia mempercepat kematiannya’.”

Diriwayatkan oleh Ibnu Majah.

4. Menunaikan hak haiwan (menyembelih dan memakan)

Dari Ibnu Amr juga bahawa Rasulullah saw bersabda,

“Tidaklah seorang manusia membunuh seekor burung atau lebih kecil dari itu tanpa haknya, kecuali Allah menanyakan hal itu kepadanya.” Beliau lalu ditanya, “Wahai Rasulullah, apakah haknya?” Beliau menjawab, “Menyembelihnya, lalu dia memakannya dan tidak memotong kepalanya dan membuangnya”.

Diriwayatkan oleh an-Nasa’I dan al-Hakim, dan dia menshahihkannya.


Sumber: Shahih at-Targhib wa at-Tarhib

Tuesday, 23 June 2015

: : Berjalan Ke Masjid : :

Berjalan ke Masjid
Oleh; Sheikh Saleh al-Maghamsi


Tuan-tuan yang dirahmati, ketahuilah tidak ada yang mampu merekodkan sesuatu amalan lebih baik daripada Allah swt. Dan Allah swt pasti akan membalas atas setiap amal kebaikan yang kalian lakukan.

Telah diriwayatkan di dalam sebuah hadis sahih Muslim. Ubay bin Kaab r.a berkata: “Ada seorang lelaki Ansar yang tidak pernah meninggalkan solat berjemaah walau rumahnya jauh dari masjid. 


Lalu Ubay berkata kepada lelaki itu: “Kenapa tidak tuan membeli keldai, berguna juga buat tuan menunggangnya waktu malam yang kelam atau waktu siang yang terik? 

Lelaki itu selanjutnya berkata: “Demi Allah, saya rasa tidak gembira jika rumah saya berdekatan dengan masjid. Kerana ingin sekali gerak langkah kaki saya pergi dan pulang ke masjid dihitung sebagai amalan baik.”

Tuan-tuan sekalian, apabila diteliti hadis ini, amatlah selari dengan kalam Allah swt di dalam surah Yasin ayat 12. Allah swt berfirman:


“Sesungguhnya Kami yang menghidupkan orang-orang mati, dan Kami tuliskan segala yang telah mereka kerjakan serta segala kesan perkataan dan perbuatan yang mereka tinggalkan. Dan (ingatlah) tiap-tiap sesuatu, Kami catitkan satu persatu dalam kitab yang jelas nyata”. [Al-Quran 36:12]

Katakan, kalian telah berjalan dari rumah atau dari parkir kereta kalian menuju ke masjid. Sudah tentu, dalam perjalanan kalian itu, kalian telah meninggalkan kesan jejak langkah kalian. 


Kemudian, apabila kalian kembali untuk mengesan tapak kaki kalian tadi, kalian dapati ianya telahpun hilang. Mungkin saja angin yang datang menyapu atau mungkin juga langkah manusia lain yang telah memadamkannya.

Tuan-tuan yang saya kasihi, ketahuilah, apa saja yang dapat menanggalkan kesan jejak langkah anak Adam, ianya tidak mampu untuk memadamkan apa yang ditulis oleh Malaikat Allah. Inilah makna kata-kata Allah:

“Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang yang mati, dan Kami tuliskan segala yang telah mereka kerjakan serta segala kesan perkataan dan perbuatan yang mereka tinggalkan. Dan (ingatlah) tiap-tiap sesuatu, Kami catitkan satu persatu dalam kitab yang jelas nyata”. [Al-Quran 36:12]

Oleh yang demikian, apabila diri kalian di selubungi atau dikuasai perasaan malas untuk memenuhi panggilan azan, beritahu diri kalian dengan pasti bahawa Malaikat disebelah kanan kalian akan merakamkan jejak langkah kalian.

Abu Hurairah r.a, dia bercerita: Rasulullah SAW bersabda:


“Barangsiapa besuci dirumahnya kemudian berangkat ke salah satu Rumah Allah yakni masjid untuk menunaikan salah satu kewajiban yang diperintahkan oleh Allah maka salah satu dari tiap-tiap dua langkahnya akan menghapuskan kesalahan dan yang lain akan meninggikan darjat.” [HR Muslim: 666]

Terjemahan: Mohd Aziz
Sumber: YouTube ~al-Maghamsi~

Monday, 15 June 2015

: : Puasa : :

Puasa
oleh: Mohd Aziz


Dalil diwajibkan berpuasa

Allah swt berfirman (berkata) dalam Al-Quran, surah al-Baqarah, surah ke 2 ayat 183;

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu untuk berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” [Al-Quran 2:183].

Pada bulan Ramdahan, bulan ke 9 dalam kalendar Islam umat Islam diwajibkan untuk berpuasa iaitu menahan diri dari lapar dan dahaga serta perkara-perkara yang membatalkannya dari waktu subuh sehingga terbenamnya matahari (maghrib).

Kitab Bible menyebut Jesus berpuasa

Dalam Kitab Matius, Fasal 4 ayat 2 menyatakan:

"Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus." [Matius 4:2]

Menolak ajakan untuk mencuri/merompak

Dari sudut kehidupan sosial puasa memberikan impak yang besar dan agung. Puasa mendidik manusia untuk menghormati hak dan milik orang lain.

Selama sebulan, ibadah puasa mendidik kita untuk tidak makan dan minum walau makanan atau minuman itu milik kita. Yang kita cari dengan harta yang halal dan cara yang benar.

Orang yang benar-benar menghayati madrasah puasa tentu dapat mengambil pelajaran besar dengan ibadah puasa ini. Orang ini sudah pasti akan menolak ajakan untuk mencuri atau mengambil hak orang lain.

Bila mana datang ajakan untuk mencuri atau merompak, orang berpuasa pasti berkata,

“Oo..mohon maaf yea! Puasa telah mengajar dan mendidik saya untuk tidak makan dan minum walau dari harta saya..yang saya dapat dari rezeki yang halal. Mengapa  saya mahu makan harta dari rezeki yang haram? Rezeki dari sumber yang halal pun saya tahan untuk makan.”

Itulah indah dan nikmatnya puasa.

Puasa dari sudut kesihatan  

Seorang pakar pemakanan & rawatan alternatif, Paul C. Bragg dari Amerika Syarikat telah menulis dalam bukunya yang bertajuk Miracle of Fasting tentang keajaiban berpuasa. Dalam tulisannya berhubung puasa sebagai rawatan kepada penyakit atau masalah fizikal Paul menyebut:

“Puasa telah diamalkan oleh manusia dan haiwan sejak permulaan masa lagi. Pada zaman dahulu, manusia primitif tidak mempunyai kaedah lain untuk menjalankan rawatan penyembuhan kecuali dengan puasa. 

Seandainya mereka mendapatkan kecederaan atau sakit, mereka akan segera berpuasa, kerana puasa adalah satu naluri semula jadi untuk memelihara diri. Di samping berpuasa mereka juga menggunakan rawatan herba dari hutan sebagai tonik dan antiseptik.

Selain itu, saya juga percaya bahawa puasa adalah ibu kepada rawatan atau ubat semula jadi! Kerana, seperti yang kita dapat lihat dan perhatikan, puasa yang dijalankan dengan betul mampu membersihkan badan dan selanjutnya mengembalikan kesihatan selepas segala-galanya telah gagal.

Dalam lebih 70 tahun menyelia aktiviti puasa, saya telah melihat keajaiban yang berlaku kepada orang-orang yang menjalani rawatan dengan berpuasa, yang benar-benar boleh dipanggil ajaib.

Puasa bukan sahaja kaedah rawatan yang tertua untuk melawan masalah fizikal, tetapi ia juga adalah rawatan yang terbaik daripada semua ubat-ubatan, kerana ia tidak mempunyai kesan sampingan. Puasa adalah proses yang paling asli dan semula jadi dalam proses pembersihan dan penyucian tubuh badan.”

Hadis Keutamaan Berpuasa

1. Pahala yang tidak terbatas

Dari Abu Hurairah r.a, dia berkata, Rasulullah saw bersabda:

“Allah berfirman, ‘Semua amal anak Adam adalah untuknya[1] kecuali puasa, ia adalah untukKu dan Aku yang membalasnya. Puasa itu adalah perisai, jika salah seorang di antara kalian berpuasa pada hari tersebut, maka janganlah bercakap kotor dan jangan mengumpat. Jika seseorang mencelanya atau menyakitinya, maka hendaklah dia berkata, ‘Aku sedang berpuasa, aku sedang berpuasa’.

Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di TanganNya, sungguh bau mulut orang yang berpuasa itu lebih harum di sisi Allah daripada aroma minyak wangi kasturi. Orang yang berpuasa mendapat dua kegembiraan, iaitu kegembiraan ketika berbuka ia gembira, dan ketika dia bertemu Tuhannya dia bergembira dengan (pahala) puasanya.”

[Hadis riwayat  al-Bukhari dan Muslim]

[1] Yakni, dia mendapatkan pahala yang terbatas kecuali puasa, pahalanya tidak terbatas.

2. Puasa memberi syafaat di akhirat

Dari Abdullah bin Amr bahawa Rasulullah saw bersabda,

“Puasa dan Al-Quran memberi syafaat bagi seorang hamba pada hari Kiamat. Puasa berkata, ‘Ya Rabbi, aku menghalanginya (dari) makan dan syahwatnya maka berikan syafaat untukku kepadanya’. Lalu Al-Quran pula berkata, ‘Aku menghalanginya tidur di malam hari, maka berikan syafaat untukku kepadanya’. Sabda beliau saw, ‘Lalu keduanya pun memberi syafaat.”

[Hadis riwayat Ahmad]

3. Pintu kebaikan

Dari Muadz bin Jabal r.a , bahawa Nabi saw bersabda kepadanya,

“Maukah kamu aku tunjukkan pintu-pintu kebaikan?” Aku menjawab, “Tentu, wahai Rasulullah.” Beliau bersabda, “Puasa itu adalah perisai dan sedekah itu melenyapkan kesalahan seperti air memadamkan api.”

[Hadis riwayat at-Tirmidzi]

4. Jalan menuju ke syurga

Dari Abu Umamah r.a, di berkata,

“Aku berkata, ‘Wahai Rasulullah, tunjukkan kepadaku suatu amal yang dengannya aku masuk syurga.’ Rasulullah saw menjawab, ‘Berpuasalah, kerana puasa tidak ada yang menyamainya.’

[Hadis riwayat Ibnu Hibban]

5. Penyelamat dari api neraka

Dari Abu Hurairah r.a bahawa Rasulullah saw bersabda,

“Barangsiapa berpuasa satu hari di jalan Allah, maka Allah menyelamatkan wajahnya dari neraka dengan hari itu (sejauh) tujuh puluh tahun (perjalanan).”

[Hadis riwayat an-Nasai]

Dari Abu ad-Darda’ r.a, dia berkata, Rasulullah saw bersabda,
“Barangsiapa berpuasa satu hari di jalan Allah, maka Allah membuat antara dirinya dengan neraka parit seperti antara langit dan bumi.”

[Hadis riwayat at-Thabrani]

Wednesday, 3 September 2014

: : Istighfar : :

Istighfar (Memohon Ampun)


Dari Anas r.a, ia berkata, Aku telah mendengar Rasulullah saw bersabda,

“Allah berfirman, ‘Wahai anak Adam (manusia), sesungguhnya kamu selagi berdoa memohon kepadaKu dan berharap kepadaKu, nescaya Aku mengampunimu apa pun yang telah terjadi padamu dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam, kalau sekiranya dosa-dosamu mencapai awan di langit lalu kamu memohon ampun kepadaKu, maka Aku mengampunimu dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam, sesungguhnya kamu, kalau sekiranya datang kepadaKu dengan membawa kesalahan sepenuh bumi, lalu kamu menemuiKu tidak mempersekutukanKu dengan sesuatu pun, nescaya Aku datang kepadamu dengan ampunan sepenuh itu pula’.”

Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dan ia berkata, “Hadis hasan gharib”.


Dari Abu Sa’id al-Khudri r.a, dari Nabi saw, beliau bersabda,

“Iblis berkata, ‘Demi kemuliaanMu! Aku akan selalu menyesatkan hamba-hambaMu selagi ruh mereka ada dalam jasadnya’. Lalu Allah berfirman, ‘Demi kemuliaanKu dan keagunganKu, Aku akan tetap mengampuni mereka selagi mereka memohon ampun kepadaKu’.”

Diriwayatkan oleh Ahmad dan al-Hakim dari jalur Darraj, dan al-Hakim berkata, “Sanadnya shahih”.


Dari Abdullah bin Busr r.a, ia berkata, Aku pernah mendengar Nabi saw bersabda,

“Beruntunglah bagi orang yang mendapatkan di dalam catatan amalnya istighfar yang banyak.”

Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dengan sanad shahih dan al-Baihaqi

Tuesday, 22 April 2014

: : Anjuran Melaksanakan Qiyamul Lail : :

Anjuran Melaksanakan Qiyamul Lail


Dari Abu Hurairah r.a, bahawa Rasulullah saw bersabda,

“Syaitan  membuat tiga simpulan di tengkuk salah seorang dari kalian jika dia tidur, pada masing-masing simpulan dia membisikkan, ‘Malammu masih panjang, tidurlah terus’. Jika dia terbangun lalu berzikir (menyebut) Allah taala, maka satu simpul terbuka, jika dia berwudhu, maka satu simpul lagi terbuka, jika dia solat, maka seluruh simpulnya terbuka, maka dia menjadi orang yang bersemangat dan berjiwa bersih, jika tidak, maka dia berjiwa kotor dan malas.”

Diriwayatkan oleh Malik, al-Bukhari, Muslim, Abu Dawud, an-Nasa ‘i


Dari Jabir r.a, dia berkata, “Rasulullah saw bersabda,

‘Tidaklah seorang laki-laki dan perempuan kecuali di atas kepalanya terdapat tali bersimpul manakala dia tidur di waktu malam. Jika dia bangun lalu berzikir kepada Allah, maka satu simpul terbuka. Jika dia bangkit, berwudhu dan solat, maka seluruh simpul itu terbuka, dan dia pun menjadi ringan, berjiwa bersih dan meraih kebaikan’.”

Diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah dalam shahihnya.


Dari Abu Hurairah r.a, dia berkata, “Rasulullah saw bersabda,

‘Sebaik-baik puasa setelah Ramadhan adalah bulan Allah Muharram, dan sebaik-baik solat setelah solat fardu adalah solat malam’.”

Diriwayatkan oleh Muslim, Abu Dawud, at-Tirmizi, an-Nasa ‘i dan Ibnu Khuzaimah dalam Shahihnya.

Sunday, 20 April 2014

: : Anjuran Solat Dhuha : :

Anjuran Solat Dhuha



Dari Abu Hurairah r.a, dia berkata,

“Kekasihku Muhammad saw mewasiatkan kepadaku tiga perkara; agar aku berpuasa tiga hari setiap bulan, melaksanakan solat Dhuha dua rakaat dan melaksanakan solat witir sebelum aku tidur.”

Diriwayatkan oleh al-Bukhari, Muslim, Abu Dawud dan at-Tirmidzi

Ibnu khuzaimah meriwayatkan pula, dan lafaznya, dia berkata,

“Kekasihku Muhammad saw mewasiatkan kepadaku tiga perkara, yang mana aku tidak meninggalkannya; agar aku tidak tidur kecuali setelah melakukan solat witir, agar aku tidak meninggalkan dua rakaat Dhuha kerana ia adalah solat para awwabin[1] dan puasa tiga hari setiap bulan.”


Dari Abu Dzar r.a dari Nabi saw, beliau bersabda,

Saturday, 19 April 2014

: : Anjuran Zikir Selepas Solat : :

Anjuran Zikir Selepas Solat


Dari Abu Hurairah r.a,

“Bahawasanya orang-orang fakir dari kalangan Muhajirin pernah mendatangi Rasulullah saw, lalu mereka berkata, ‘Orang-orang kaya telah meraih semua darjat yang tinggi dan kenikmatan yang abadi’. Beliau saw lalu bersabda, ‘Apa itu?’

Mereka berkata, ‘Mereka (orang-orang kaya) solat sebagaimana kami solat, mereka puasa sebagaimana kami puasa dan mereka bersedekah sedangkan kami tidak bersedekah, mereka memerdekakan (hamba) sedangkan kami tidak memerdekakan’. 

Maka Rasulullah saw bersabda, ‘Mahukah aku ajarkan kepada kalian sesuatu dengannya kalian dapat menyusul orang-orang yang telah mendahului kalian, dan kalian dapat mengalahkan orang-orang yang datang kemudian, dan tidak ada seorang pun yang boleh menjadi lebih utama daripada kalian, kecuali orang itu turut melakukan apa yang kalian lakukan?’

Mereka berkata, ‘Tentu wahai Rasulullah!’ Beliau bersabda, ‘kalian bertasbih, kalian bertakbir dan kalian bertahmid selepas selesai setiap solat, masing-masing tiga puluh tiga kali’.”

Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim

Dan di dalam riwayat milik Muslim yang lain, ia berkata, Rasulullah saw bersabda,

Wednesday, 16 April 2014

: : Solat Sunat Dua Rakaat Sebelum Subuh : :

Hadis Shahih: Anjuran Solat Sunat Dua Rakaat Sebelum Subuh


Hadis 1

Dari Aisyah r.a, dari Nabi saw, beliau bersabda:

“Dua rakaat (sebelum) Subuh lebih baik daripada dunia berserta semua isinya.” Di riwayatkan oleh Muslim dan at-Tirmidzi.

Dalam riwayat Muslim,

“Keduanya benar-benar lebih aku sukai daripada dunia seluruhnya.”

Hadis 2

Monday, 17 March 2014

: : The Power of Du'a : :

The Power of Du'a

'Angry mothers Du'a made me Imam of the Haram!'



Imam Al-Kalbaani - former Imam of the Ka'bah, at a conference in London told this amazing story: 

When he was young, he was a very naughty boy and he would make his mother very angry. But his mother (may Allah bless her) was a very righteous woman and she knew the power of Du'a. She made it her habit that, in her anger at him, she would say this Du'a:

'May Allah guide You! And make you the Imam of the Ka'bah!'

Imam Al-Kalbani said, 'so Allah answered her du'a and I went on to become the Imam of the Ka'bah!'

Imam Adil Kalbani is the son of a poor immigrant from the Persian Gulf. In an interview with The New York Times, Imam Kalbani said:

'Leading prayers at the Grand Mosque is an extraordinary honor, usually reserved for pure-blooded Arabs from the Saudi heartland.'

So he was taken aback when he came to know that King Abdullah had chosen him as the first black Imam of Masjid al-Haram (in recent times), he added. Masha Allah!

Lesson: Never underestimate the power of Du'a, for indeed, underestimating the power of Du'a is tantamount to underestimating the power of the One who fulfills it. Also know that the dua of the parent is not rejected, so make a good Du'a!


Source: FB Islam: Religion of Peace

Thursday, 5 December 2013

: : Zakat & Its Benefits : :

Zakat & Its Benefits


The word Zakat means both 'purification' and 'growth'. Our possessions are purified by setting aside a proportion for those in need, and, like the pruning of plants, this cutting back balances and encourages new growth.

Zakat is the amount of money that every adult, mentally stable, free, and financially able Muslim, male and female, has to pay to support specific categories people.

Sunday, 17 November 2013

: : Jarak & Tempoh Menetap Bagi Musafir : :

Jarak Safar (Perjalanan)  & Tempoh Menetap (Bermuqim) Bagi Musafir Untuk Mengqasarkan (Memendekkan) Solat
Oleh: Syeikh Abdul Aziz Bin Abdillah Bin Baz


Pertanyaan

Bagaimana menurut Syeikh yang mulia tentang jarak safar (perjalanan) yang dibolehkan mengqasarkan (memendekkan) solat? Bagaimana pula menurut Syeikh tentang orang yang berniat mukim (menetap) untuk sementara dalam safarnya lebih dari 4 hari. Bolehkah ia mengqasarkan solat?

Jawapan

Majoriti ulama berpendapat bahawa batas atau had jarak dibolehkan qasar adalah perjalanan sehari semalam dengan menggunakan unta atau dengan berjalan kaki. Jarak tersebut lebih kurang 80 km. Demikianlah kebiasaan yang berlaku. Kurang dari itu tidak dikatakan safar.

Majoriti ulama juga berpendapat bahawa orang yang berniat menetap atau bermuqim sementara lebih dari 4 hari, maka ia wajib menyempurnakan solat dan wajib berpuasa siang hari di bulan Ramadan. Sebab, hukum asal bagi orang yang sedang muqim adalah itmam, ia hanya dibolehkan untuk mengqasarkan solat jika ia dalam keadaan safar.

Monday, 11 November 2013

: : Hijab (Aurat) : :

Hijab (Aurat) 
Oleh: Dr Zakir Naik


Soalan

Mengapa Islam merendahkan wanita dengan menyembunyikan mereka di sebalik tudung? (Mengapa Islam mewajibkan perempuan untuk menutup aurat ?)

Jawapan

Status wanita di dalam Islam sering dijadikan sasaran serangan media sekular. Hijab atau pakaian Islam selalu disebut sebagai contoh penguasaan wanita di bawah undang-undang Islam. Sebelum kita menganalisis tujuan di sebalik mandat agama untuk ‘hijab’, terlebih dahulu marilah kita mengkaji status wanita dalam masyarakat sebelum kedatangan Islam.

Friday, 8 November 2013

: : Apakah Makan Daging Dibenarkan Dalam Islam : :

Apakah Makan Daging Dibenarkan Dalam Islam
Oleh: Dr Zakir Naik


Soalan

Membunuh haiwan adalah suatu perbuatan kejam. Mengapa pula orang
Islam makan makanan daging (bukan vegetarian)?

Jawapan

‘Vegetarianisme’ kini merupakan suatu aliran di serata dunia. Ramai yang mengaitkannya dengan hak asasi haiwan. Sesungguhnya, ada juga sebilangan besar orang menganggap pengambilan daging dan hasil bukan vegetarian sebagai pencabulan hak asasi haiwan.

Islam menyarankan belas dan ihsan ke atas semua makhluk hidup. Pada masa yang sama, Islam menegaskan bahawa Allah SWT telah mencipta bumi dan tumbuhan dan binatang yang menakjubkan untuk manfaat umat manusia. Terpulang kepada manusia untuk menggunakan sumber alam secara bijaksana sebagai nikmat dan amanat Allah SWT.

Mari kita melihat hujah ini dari pelbagai aspek lain.

: : Penyembelihan Dalam Islam : :

Penyembelihan Dalam Islam
Susunan: Mohd Aziz


Pengenalan

Allah swt telah berfirman di dalam surah al-Maidah, surah ke 5 ayat ke 3:

“Diharamkan kepada kamu (memakan) bangkai (binatang yang tidak disembelih), dan darah (yang keluar mengalir), dan daging babi (termasuk semuanya), dan binatang-binatang yang disembelih kerana yang lain dari Allah, dan yang mati tercekik, dan yang mati dipukul, dan yang mati jatuh dari tempat yang tinggi, dan yang mati ditanduk, dan yang mati dimakan binatang buas, kecuali yang sempat kamu sembelih (sebelum habis nyawanya), dan yang disembelih atas nama berhala; dan (diharamkan juga) kamu merenung nasib dengan undi batang-batang anak panah. Yang demikian itu adalah perbuatan fasik.

Saturday, 2 November 2013

: : Subhanallah Walhamdulillah Wala Ilaha Illallah Wallahu Akbar : :

Subhanallah Walhamdulillah Wala Ilaha Illallah Wallahu Akbar


Dari Abu Hurairah r.a, ia berkata, Rasulullah saw bersabda,

“Sungguh kalau aku mengucapkan,

Subhanallah Walhamdulillah Wala Ilaha Illallah Wallahu Akbar
(Mahasuci Allah, segala puji milik Allah, tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, Allah Mahabesar)

Itu lebih aku sukai daripada apa yang matahari terbit padanya (dunia).”

[Diriwayatkan oleh Muslim dan at-Tirmidzi]


Dari Samurah bin Jundab r.a, ia menuturkan, Rasulullah saw bersabda,

“Ucapan yang paling dicintai oleh Allah ada empat, iaitu,

‘Subhanallah (Mahasuci Allah) Walhamdulillah (Segala puji milik Allah) Wala Ilaha Illallah (Tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah) Wallahu Akbar (Allah Mahabesar),’

tidak mengapa bagimu dari mana saja kamu memulainya.”

[Diriwayatkan oleh Muslim, Ibnu Majah, dan an-Nasai]

Tuesday, 29 October 2013

: : Puasa Dari Sudut Saintifik : :

Pendedahan Puasa Secara Saintifik


Seorang pakar pemakanan & rawatan alternatif, Paul C. Bragg dari Amerika Syarikat telah menulis dalam bukunya yang bertajuk Miracle of Fasting tentang keajaiban berpuasa. Dalam tulisannya berhubung puasa sebagai rawatan kepada penyakit atau masalah fizikal Paul menyebut:

“Puasa telah diamalkan oleh manusia dan haiwan sejak permulaan masa lagi. Pada zaman dahulu, manusia primitif tidak mempunyai kaedah lain untuk menjalankan rawatan penyembuhan kecuali dengan puasa. Seandainya mereka mendapatkan kecederaan atau sakit, mereka akan segera berpuasa, kerana puasa adalah satu naluri semula jadi untuk memelihara diri. Di samping berpuasa mereka juga menggunakan rawatan herba dari hutan sebagai tonik dan antiseptik.

Selain itu, saya juga percaya bahawa puasa adalah ibu kepada rawatan atau ubat semula jadi! Kerana, seperti yang kita dapat lihat dan perhatikan, puasa yang dijalankan dengan betul mampu membersihkan badan dan selanjutnya mengembalikan kesihatan selepas segala-galanya telah gagal.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...